Posted on Leave a comment

Desember adalah Bulan Gus Dur

Kita sudah tiba di penghujung tahun 2020. Tahun yang penuh dengan suka cita dan duka. Bahkan, tahun ini dukanya terasa sangat panjang, tidak saja bagi Indonesia, tapi bagi dunia pada umumnya. Sebabnya, Pandemi Covid 19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan di tanah air, gejalanya nampak semakin mengkhawatirkan. Namun, di bulan Desember ini ingatan kita pun tertuju pada sesosok manusia langka, manusia yang sepanjang hidupnya berjuang untuk bangsa, dan agamanya. Dialah Gus Dur. Pada 30 Desember 2009, Gus Dur telah meninggalkan kita semua. Perjuangan Gus Dur membela kaum minoritas yang selama berpuluh-puluh tahun didiskriminasi, termarjinalkan membuat mereka menemukan sesosok “Bapak” pada diri Gus Dur.

Sejatinya, Gus Dur bukan hanya milik Nahdlatul Ulama (NU), tapi Ia adalah milik Bangsa. Meski menjabat sebagai Presiden ke-5 dalam waktu yang tidak lama, Gus Dur menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah negeri ini. Warisan utama yang diwariskan Gus Dur bagi manusia Indonesia ke depan adalah solidaritasnya bagi siapapun yang tertindas, tanpa memandang suku, ras dan agamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *